Mau Rakit PC? Perhatikan Hal Berikut

 
Kalau tidak punya laptop ya Rakit PC. Atau Kalau perlu beli laptop tetapi juga tetap beli PC. Dengan punya keduanya, laptopnya bisa untuk mobile yang PC untuk stay di rumah. Lebih enak kan punya kedua-duanya.

Tetapi kembali lagi kekebutuhan masing-masing orang. Ada yang cuma perlu pakai laptop saja ada yang hanya cukup dengan PC dan bahkan memang ada yang butuh dan menggunakan dua-duanya.

Kali ini kita mau bahas tentang rakit PC. Ya ini berdasarkan dari pengalaman pribadi saja.
Mau Rakit PC? Apa saja yang perlu diperhatikan?

Komposisi Setiap Komponen

Rakit PC tentunya memerlukan banyak komponen. Mulai dari Motherboard, Prosesor, RAM, dll. Masing-masing komponen tersebut juga memiliki banyak macam dan jenisnya.
 
Rakit PC itu memang mudah tetapi tidak semudah itu. Memerlukan pengetahuan dan pemahaman yang cukup.
 
Setidaknya belajar tentang jenis hardware PC, dan kemudian berlanjut ke spesifikasinya. Perlu juga diperhatikan tentang kompatibilitas komponen misalnya motherboard dengan RAM. Cukup mudah untu mengetahuinya yakni dengan melihat di website resmi vendor mathoerboard tersebut.

Prosesor apa

Prosesor untuk PC setahu saya ada dua brand besar yang tersedia dipasaran yakni AMD dan Intel.
 
Intel dengan segala macam generasi prosesor dan juga tipe yang berbagai macamnya demikian juga dengan AMD.
 
So, perlu dipelajari terlebih dahulu tentang hal ini. Terlebih lagi masing masing tipe prosesor terkadang memiliki soket yang berbeda. Perlu juga diketahui.

Motherboardnya yang mana

Memilih motherboard yang akan digunakan dalam merakit sebuah PC tentunya tidak boleh asal beli. Mengingat banyak sekali jenis dan macamnya.
 
Hal yang paling utama adalah soket yang digunakan pada motherboard tersebut. Apakah sesuai dengan prosesor yang telah dipilih sebelumnya.
 
Prosesor tertentu, cocok dengan motherboard yang telah dibuat untuk prosesor tersebut, dengan kata lain motherboard tersebut memiliki soket yang sesuai dengan prosesor tersebut. 

Meskipun dalam satu brand prosesor, terdapat berbagai macam soket khususnya jika beda generasi prosesor.
 
Untuk itu perlu diperhatikan penggunaan brand dan tipe prosesor dan harus sesuai dengan motherboard yang digunakan.

Yang tidak kalah pentingnya adalah Chipset yang digunakan. Bagi yang suka melakukan overclocking maka chipset pada motherboard perlu diperhatikan.

Ukuran ATX, micro-ATX, mini-ITX. Ya ukuran ini sangat krusial, benar-benar pertimbangkan apakah akan membangun atau merakit PC yang besar yang ditaruh diam di rumah atau kantor atau PC yang kecil, ringkas dan mudah dipindahkan.

VGA Card

Pakai VGA Card yang mana, spesifikasi apakah sudah mendukung dengan software yang akan digunakan? Apakah akan cocok dengan game yang akan dimainkan?

Sebaiknya cek dulu apakah akan mendukung untuk semua kegiatan perkerjaan atau game yang akan digunakan.

Clock Speed pada VGA akan berpengaruh kepada seberapa bagus performance nya dalam menjalankan game atau aplikasi. Semakintinggi clock speed maka semakinn bagus.

VRAM, RAM yang ada pada VGA akan juga memiliki dampak kepada performa atau kinerja dari sebua graphic card. Semakin detail sebuah gambar yang ditampilkan maka semakin tinggi pula kebutuhan VRAM. Terlebih lagi jika gambar tersebut adalah gambar bergerak seperti animasi atau game.

Gambar yang detail tentunya berhubungan dengan tingkat resolusi apakah HD atau Full HD atau bahkan 4K. Pastikan anda membutuhkan resolusi yang mana.

Daya pada VGA juga perlu dipetimbangkan. Beberapa VGA memang memiliki kemampuan yang sangat baik dan juga dengan harga yang lumayan terjangkau, tetapi anda harus melihat daya yang dibutuhkan. Secara umum semakin bagus kemampuan VGA Card maka semakin tinggi pula dayanya. 
 
Jika anda membutuhkan daya yang rendah maka perlu mencari beberapa varian yang memiliki daya rendah tersebut biasanya varian yang mini atau low profile.

RAM Berapa Giga

Penggunaan RAM perlu diperhatikan. Biasanya berfokus pada kapasitas RAM saja apakah 4, 8, 16, 32, dst.

Menentukan kapasitas RAM sebaiknya juga berdasarkan kegunaan PC RAkitan. Apakah akan digunakan untuk bermain game, apakah akan digunakan untuk video editing, atau mungkin hanya untuk office saja.

Jika hanya untuk office berapa banyak aplilkasi yang dibuka? Word, Excel,Power Point, Browser dengan banyak tab, maka tentu membutuhkan RAM yang besar.

Kembali ke software yang digunakan. Softwarenya membutuhkan ram berapa? Tentunya lihat pada sistem requirement software tersebut. Apakah akan dibuka dengan software lain? Semakin banyak softaware yang dibuka dalam waktu bersamaan, digunakan bersama-sama maka RAM yang diperlukan semakin besar.

Menurut saya untuk office saja akan cukup sekitar 4 GB, tetapi lebih nyaman di 8 GB. Saya lebih suka 8 GB.

Selain itu, Kecepatan RAM juga penting. 2400, 2666,3200, dst. Tinggal disesuaikan saja dengan kemampuan motherboardnya dan juga prosesornya. Semakin tinggi speed ram maka semakin bagus, pokokknya sudah sesuai dengan kecepatan yang didukung motherboard dan prosesor.

Apakah menggunakan RAM DDR3, DDR4? ini juga kembali ke motherboard jika menggunakan motherboard versi lama ya biasanya masih DDR3. Jika pakai motherboard yang terbaru mestinya sudah DDR4.

Jangan lupa cek dulu kompatibilitas Memory RAM dengan Motherboard. Ini menjadi bagian penting juga. Jika sudah ada didalam daftar kompatibilitas motherboard, maka biasanya RAM akan terdeteksi otomatis dengan kemampuan terbaiknya, pengguna tidak perlu setting manual.

Jika tidak ada didalam daftar kompatibilitas dengan motherboard maka biasanya perlu di setting manual agar bisa sesuai dengan kecepatan dan juga kemampuan RAM tersebut.

Jangan lupa cek daftar kompatibilitas RAM di website motherboard yang akan digunakan.

Pakai SSD atau HDD saja

Pakai SSD lebih baik karena lebih kencang jika dibandingkan dengan SSD. Biasanya SSD dijadikan storage untuk OS (sistem operasi) dan juga program sehingga bisa loading dengan lebih cepat.

HDD meskipun tidak sebaik SSD tetapi lebih murah dan juga memiliki kapasitas penyimpanan yang lebih besar jika dibandingkan dengan SSD.

Menggunakan kedua-duanya baik SSD dan juga HDD akan menjadi kombinasi yang baik. Saya menggunakan SSD untuk OS dan HDD untuk data.

PSU (Power Supply Unit)

Berapa Watt kira-kira yang akan dibebankan kepada PSU? Coba hitung dengan menggunakan power supply calculator. Biasanya akan hitung dari prosesor apa yang digunakan, berapa keping ram, berapa SSD atau HDD, VGA tipe apa, kipas casing berapa banyak, dan mungkin lampu LED strip.

Labih mudahnya untuk penghitungan kebutuhan daya pada komputer PC silahkan lihat disini atau bisa langsung cari di google dengan kata kunci power supply calculator.

Tipe PSU yang akan digunakan, apakah menggunakan modular, non modular. Mungkin tipe PSU ini tergantung dengan casing yang akan diguinakan dan juga biaya. PSU tipe modular harganya cukup mahal tetapi lebih rapi dan ringkas karena kabelnya bisa dilepas dan dipasang sesuai yang dibutuhkan saja. Jika mau yang hemat yang versi non modular dan yang ukuran ATX. Kembali lagi ke butuhnya yang mana.

Ukurannya ATX atau SFX. Ukuran ini juga kembali legi ke casing pc yang digunakan. Casing ATX micro ATX, akan lebih tepat menggunakan yang PSU ukuran ATX. Kalau yang SFX biasanya untuk casing PC yang mini ITX yang mana casing PC ITX lebih kecil dari ATX dan micro ATX.

Casing PC

Memilih casing PC bukanlah hal yang bisa dianggap sepele. Mengingat casing PC ada banyak pilihannya dan juga jenisnya. 
 
Casing ATX. Casing yang ukurannya besar sehingga cocok jika ingin melakukan upgrade VGA Card. Karena besar, bisa dipasang VGA card lebih dari satu dan juga biasanya lebih luas sehingga air flownya lebih lega. Yang paling tidak saya suka adalah berat. Ya tentu saja jika sudah memutuskan untuk menggunakan Casing PC ATX tentunya bukan untuk dipindah-pindahkan.

Casing Micro-ATX. Casing PC ini ukurannya lebih kecil dari casing PC ATX. Sesuai namanya Micro ATX, ATX yang micro alias kecil.

Casing Mini-ITX. Ini casing PC yang ukurannya kecil dan ringkas. Saya sangat menyukai casing PC jenis ini. Ada beberapa casing PC yang bisa dimasukkan ke dalam tas sehingga mungkin lebih mudah dipindahkan atau dibawa bepergian. 
 
Satu hal yang tidak saya sukai adalah harga casing jenis ini lebih mahal daripadacasing jenis lainnya dan juga harga komponen seperti motherboard dan power supply (PSU) juga mahal.

Harga komponen murah

Harga komponen murah ini juga penting. Dengan harga yang lebih miring tentunya akan lebih bisa maksimalkan alokasi dana untuk komponen yang lain yang lebih tinggi spesifikasinya.

Menjelajahi marketplace perlu dilakukan untuk mencari komponen dengan harga termurah atau mungkin dengan spesifikasi terbaik yang dibutuhkan.
 

Buat Daftar Komponen

Tentunya saat menjelhai marketplace ini sudah ditetnutkan teerlebih dahulu koponen apa dan spesifikasi yang bagaimana yang akan dibeli. Intinya harus dibuat dulu daftar komponen yang akan dibeli.

Jika perlu mungkin disiapkan juga dengan komponen alternatifnya. Jaga-jaga jika barang yang dibuat tidak ada atau tidak tersedia dipasaran.

Kadang kala beruntung bisa menemukan penjual dengan harga barang yang murah. Bisanya lebih murah dari penjual yang lain dan bahkan lebih murah dari price list yang dirilis oleh penjual resmi dari kompoenen tersebut.

Harga Murah. Sebisa mungkin mendapatkan harga murah atau setidaknya tidak kemahalan. Sekarang mau belanja apapun sudah sangat mudah. Gunakan saja toko online marketplace yang sudahpasti kitasemuakenal dan tau. Tingga search and sort. Sangat mudah. Semua komponen PC yang saya rakit juga beli online.

Penjual Terpercaya

Bagaimana memilih penjual terpercaya? Menurut saya, penjual di online shop yang baik yang saya percaya adalah yang menjual barang spesialis. Jika kita cari komponen pc maka penjual tersebut haruslah yang hanya menjual komponen pc saja atau setidaknya menjual apa-apa yang berhubungan dengan komputer. 

Rating / Bintang yang diberikan pembeli pun perlu dipertimbangkan. Cara mudahnya lihat saja rating rata-ratanya apakah 4 atau lebih, jika kurang dari itu maka perlu dipertimbangkan lebih matang lagi.

Banyak Komentar positif maka semakin baik. Semakin banyak komentar positif biasanya rating nya juga bagus. Tetapi bukan berarti banyak komentar positif membuat kita terlena. Sebagai pembeli harus tetap selektif.

Apakah ada review yang kurang baik sehingga ada yang menerikan rating 1 atau 2 dari 5. Apa yang dikeluhkan pembeli tersebut sehingga memberikan review yang kurang baik. Hal ini perlu diperhatikan dan dipertimbangkan.

Banyak Pembeli, komentar positif, rating atau bintang 4 atau 5, maka semakin baik reputasi toko tersebut. 

Pengiriman Aman dan Ekonomis

Secara umum pengiriman barang sudah baik. Hanya saja ada beberapa ekspedisi yang lebih lama satu-dua hari saja. Dan menurut saya tidak masalah. 

Dari segi kamanan, biasanya dari pihak penjual sudah memberikan pengamanan yang cukup baik. Biasanya diberi lapisan bubble wrap dan juga ada yang dilapis kardus lagi.

Tanyakan saja kepada penjual perihal keamanan pengiriman ini. Jika anda merasa tidak yakin ya cari saja penjual lain.

Biasanya jika ingin ekstra kardus atau bubble wrap maka ada tambahan biaya.
 

Kesimpulan

Mau beli laptop atau rakit PC? Lihat dulu kebutuhannya apa, main game, kerja office, bikin konten, dsb.

Mau dipakai dimana? Dirumah saja, dikantor, atau dibawa mobile. Kalau stay di rumah atau kantor mungkin ukuran ATX tidak masalah, tetapi jika sering dibawa mobile atau dipindahkan direkomendasikan yang mini ITX.

Jika mau rakit pc, harus tahu seluk beluk komponen hardware pc mulai dari prosesor, motherboard, ram, vga card, storage, power supply dan casing pc. 

Juga harus tahu mengkomposisikan komponen tersebut sehingga mendapatkan performa yang optimal.
 
Survei harga komponen, jika bisa dapat yang murah, tentukan belinya dimana, dan pilih penjual yang baik.

Belum ada Komentar untuk "Mau Rakit PC? Perhatikan Hal Berikut"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel