Type something and hit enter

On

Advertise

Advertise

Rakit PC Gaming Cara Memilih RAM

Beberapa waktu lalu merakit komputer untuk keperluan produktifitas kerja office, juga untuk belajar edit video ringan dengan menggunakan beberapa software video editing dan juga untuk bermain game PC yang bisa dibilang ringan. Singkat kata saya merakit sebuah PC Gaming dengan Budget kurang dari 5 juta. Karena keterbatasan anggaran belanja maka hanya bisa membeli Prosesor AMD A8 Bristol Ridge, Motherboard AsRock A320M-HDV dan RAM 2666 MHz 4Gb Team Elite Plus satu keping. Karena  suatu saat nanti saya ingin upgrade menggunakan Prosesor AMD Ryzen, maka saya memutuskan untuk menggunakan RAM dengan kecepatan 2666 MHz.

Hal penting saat membeli RAM adalah pastikan RAM yang dibeli ada pada daftar QVL dari motherboard yang anda gunakan. Saya mengunakan motherboard asrock a320HDV dan saya juga membeli RAM Team Elite Plus 2666Mhz 4 Gb. Saat dipasangkan dengan motherboard yang terjadi adalah tidak bisa booting ke Operating System (OS) saat setingan RAM pada BIOS dalam kondisi Auto. Pada kondisi auto ini bios sudah mendeteksi 2400MHz, kecepatan maksimum yang disupport oleh prosesor yang saya gunakan yaitu AMD A8 Bristol Ridge.

Saat kecepatannya diturunkan menjadi 2133MHz, komputer PC bisa bisa booting ke Operating System (OS) dengan lancar. RAM yang saya beli berkecepatan 2666 MHz tetapi Prosesor hanya maksimal di kecepatan RAM 2400 MHz dan masih harus saya turunkan lagi ke 2333 MHz. Apakah itu tidak rugi? Tentu saja, lebih tepatnya kurang maksimal. RAM tersebut bisa digunakan dengan kecepatan 2400 MHz tetapi harus disetting secara manual.

Dari pengalaman tersebut maka dalam membeli RAM perlu diperhatikan beberapa hal.

1. Prosesor yang dipakai
Biasanya pada spesifikasi prosesor terdapat berapa besar kapasitas maksimum ram yang bisa digunakan dan juga berapa kecepatan maksimum. Jika saya menggunakan AMD A8 9600, maka jika dilihat pada website resminya AMD, maka akan didapatkan kecepatan maksimum RAM yang dukung hanya 2400MHz. Jadi, sebaiknya menggunakan RAM yang sesuai dengan kecepatan maksimum yang didukung oleh prosesor tersebut.

Saya membeli RAM dengan kecepatan 2666 MHz, padahal prosesor yang saya gunakan hanya menukung 2400 MHz. Saya haarus melakukan setting timing RAM secar manual agar bisa menggunakan kececpatan 2400MHz. Jika tidak, atau pada setingan auto, maka RAM hanya berjalan pada kececpatan 2133MHz.


2. Motherboard
Pabrikan motherboard sudah memberikan daftar memory RAM yang support atau mungkin bisa dibilang “pernah dites” oleh pabrikan motherboard tersebut. Dimana bisa tahu sopprt atau tidaknya sebuah RAM? Caranya sangat mudah, lihat di Qualified Vendor's List (QVL) biasanya ada di website produsen motherboard. Disitu terdapat daftar brand dan tipe, kapasitas dan kecepatan RAM. Jika membeli RAM maka sebaiknya sesuai dengan daftar tersebut.

Bagaimana jika sudah terlanjur membeli RAM dan tidak ada di daftar QVL motherboard? Jika sudah terlanjur ya dicoba saja terlebih dahulu apakah motherboard bisa mendeteksi RAM tersebut biasanya gunakan kecepatan yang lebih rendah mungkin diturunkan ke 2133MHz. Setelah itu coba booting ke OS jika tidak ada masalah maka akan baik-baik saja.

Saya membeli RAM dengan brand TEAM yang sudah ada di QVL motherboard, tetapi pada daftar tersebut tidak ada RAM kapasitas 4 GB dan model number pun tidak ada yang sesuai dengan yang saya beli. Meskipun dedmikian saya tetap bisa menggunakn RAM tersebut tetapi dengan mensetting timing RAM secara manual.

Satu hal lagi, apakah kecepatan RAM yang dibeli juga didukung oleh motherboard. Mungkin membeli RAM dengan kecepatan 3200 MHz tetapi ternyata motherboard yang digunakan hanya support sampai 2993MHz. Untuk itu sebaiknya tetap merujuk kemballi ke  daftar kualifikasi vendor (QVL) yang sudah disediakan oleh veendor motherboard

3. Langsung membeli dual channel kit
Beberapa prosesor khuhsusnya AMD APU memang merekomendasikan RAM dual channel. Tetapi seringkali karena alasan budget yang terbatas maka hanya bisa membeli 1 keping dan menambah 1 keping lagi di kemudian hari. 
Berdasarkan pengalaman pribadi saya yang menggunakan single channel, 1 keping dulu karena keterbatasan uang dan kemudian beberapa bulan berikutnya saya membeli lagi 1 keping dengan tipe, kecepatan, kapasitas dan brand yang sama bahkan sku numbernya sama. Ternyata saya mendapatkan perbedaan pada RAM tersebut. Satu RAM menggunakan single rank dan yang lainnya double rank .

Single rank atau double rank adalah susunan IC pada PCB RAM di satu atau kedua sisi. Bisa di cek menggunakan CPUZ. Kondisi ini mungkin tidak akan menjadi masalah. Mungkin akan terjadi sedikit penurunan performa dari RAM tersebut tetapi tidak akan terasa.

Berdasarkan pengalaman saya tersebut, ada baiknya memperhatikan spesifikasi prosesor, motherboard dan RAM dan mencocokkan kesessuaian antara ketiganya. Jika sudah terlanjur dan mungkin ada ketidaksesuaian dan tidak ada kemungkinan untuk menukar atau mengembalikan atau tidak mungkin beli lagi karena anggarannya sudah habis, yang perlu dilakukan adalah mencobanya apakah bisa terdeksi oleh BIOS motherboard dan kemudian coba apakah bisa masuk ke operating system (OS). Jika tiddak bisa maka harus mengganti hardware yang tidak sesuai tersebut.

0 comments