Top News

Punya laptop baru, betapa senangnya. Sering kali kita menganggap dengan memiliki laptop baru maka laptop baru tersebut sudah bisa digunakan tanpa melakukan apapun. Atau dengan kata lain sudah beres siap pakai.

Yang perlu dilakukan saat memiliki laptop baru

Tunggu dulu, beberapa hal ini mungkin perlu dilakukan saat memiliki laptop baru.  

1. Update Windows

Update Windows ini penting dilakukan karena biasanya terdapat pembaruan dan perbaikan software yang diberikan oleh penyedia Sistem Operasi dalam hal ini Microsoft.

Biasanya update ini akan memberikan peningkatan performa dan kenyamanan karena setelah diupdate maka sistem operasi akan lebih dapat menjalankan laptop dengan lebih baik sehingga laptop akan berkerja dengan lebih optimal.

Untuk melakukan update ini perlu mengaktifkan fitur auto update terlebih dahulu atau bisa juga melakukan update secara manual. Biasanya masuk dulu ke menu setting dan cari menu untuk melakukan update.

Oh iya update pada windows ini biasanya membutuhkan koneksi internet yang kencang karena file updatenya sangat besar. Jika koneksi internet tidak kencang maka proses update akan sangat lama. 

2. Bersihkan Bloadware

Aplikasi ini biasanya ditambahkan oleh pihak penyedia laptop. Biasanya berupa antivirus versi trial atau software lainnya versi trial. Antivirus memang penting dan patut dipertimbangkan jika ingin meng-uninstall-nya.

Tetapi kembali lagi ke preferensi masing-masing. Jika memang sudah cocok dengan antivirus yang telah terinstal tersebut tidak mengapa tetap dipakai atau bahkan anda akan melakukan upgrade alias membeli lisensi antivirus tersebut. Itu tidak menjadi masalah.

Jika anda tidak suka dengan antivirus yang telah terinstall tersebut, buang saja dan ganti yang baru dengan yang anda sukai baik itu versi gratis ataupun yang versi berbayar.

Selain antivirus, terkadang ada juga beberapa aplikasi atau software lainnya, misalnya game. Game yang ada biasanya game standar dan game pada umumnya. Untuk saat ini game yang seperti ini tidak terlalu saya sukai dan juga tidak saya mainkan. Saya lebih memilih menguninstallnya.

Terkadang juga ada aplikasi lainnya yang diinstall oleh pihak penjual. Ya mungkin biar laptop yang dijualnya sudah lengkap dengan aplikasi atau software sehingga pembeli bisa langsung memakainya. 

Disisi lain ini ada untungnya tetapi disisi lain tidak semua software yang di-install tersebut akan digunakan atau dibutuhkan oleh pengguna atau pembeli. 

Saya lebih suka menginstal sendiri software yang saya butuhkan. Dan jika memang laptop yang saya beli telah dilengkapi dengan berbagai macam software, dan saya tidak membutuhkan softawre tersebut, maka saya akan meng-uninstall-nya.

3.Instal Aplikasi Tambahan

a. Browser
Saat memiliki laptop baru biasanya hanya terdapat browser bawaan windows. Saya kurang familiar dengan browser ini. Kembali lagi ke preferensi. Jika merasa cocok tidak apa untuk menggunakan browser bawaan tersebut.

Menurut saya sebaiknya tetap memasang browser baru. Browser yang sering saya gunakan adalah firefox. Tidak mengapa menggunakan browser bawaan tetapi saya lebih nyaman menggunakan mozilla firefox atau mungkin google chrome. 

Biasanya dengan mennggunakan browser dari pihak ketiga ini maka kita akan mendapatkan beberapa fasilitas addon atau fitur tambahan dan juga saya merasa dengan browser ini saya merasa browsing lebih cepat dan tidak memakan resource yang besar. 

Selain itu browser dari pihak ketiga ini biasanya juga lebih nyaman untuk digunakan saja. 

b. Office: MS Office, WPS, LibreOffice
Salah satu aplikasi wajib yang perlu ditambahkan adalah aplikasi office. Bagi sebagian orang mungkin aplikasi ini tidak terlalu penting, tetapi bagi saya ini adalah hal yang utama. Ya, saya memang bekerja dengan menggunakan aplikasi office ini. 

Ada beberapa aplikasi office yang bisa anda coba. Mulai dari Ms Office, WPS Office, LibreOffice dan masih banyak lainnya. Ketiga aplikasi tersebut adalah aplikasi yang menurut saya terbaik.

Ms Office dan WPS Office adalah yang paling sering saya gunakan dan menurut saya masih yang terbaik.

c. Archiever: Winrar, 7Zip
Aplikasi yang tidak boleh lupa tetapi sering dilupakan adalah aplikasi archiever atau compresser. Secara umum biasanya windows sudah bisa membaca arsip dengan ekstensi Zip. Tetapi terkadang kita mnerima file dengan ekstensi lainnya, RAR misalnya.

Untuk itu menggunakan aplikasi archiever atau compresser tambahan sangat perlu. Beberapa aplikasi ini antara lain. WinRar, Winzip, 7Zip, dll.

4. Update driver VGA intel, AMD, NVidia

Secara default biasanya sudah ada driver yang dibawa oleh sistem operasi windows. Terkadang driver yang terinstal adalah versi generic atau bawaan windows. Tentunya driver ini tidak terlalu optimal. 

Memasang atau menginstall driver secara manual mungkin akan lebih baik terutama bagi driver VGA. 

Seringkali display atau tampilan layar monitor tidak bisa maksimal resolusinya rendah padahal monitor sudah support full HD, maka untuk mengatasi hal ini perlu dilakukan update driver VGA.

Cara untuk mengupdate driver vga ini sangat mudah cukup berkunjung ke website penyedia. Misalnya menggunakan VGA Amd, anda cukup berkunjung ke websitenya AMD, yakni AMD.com dan anda akan mendapatkan banyak driver VGA AMD disana. Pilihlah yang sesuai dengan yang Anda miliki.

5. Instal AntiVirus

Antivirus juga merupakan software penting yang perlu di-install. Antrivirus ini merupakan benteng pertahanan bagi komputer sehingga terhindar dari program yang dapat mengacaukan dan menggangu sistem pada komputer. 

Jika menggunakan sistem operasi windows maka satu aplikasi atau software yang Windows Defender. Windows Defender ini merupakan aplikasi bawaan dari Windows 10. Secara umum menggunakan Windows Defender ini juga sudah cukup sehingga tidak perlu menambahkan Antivirus lainnya.

Jika masih ingin menggunakan Antivirus lainnya misalnya AVG, Kaspersky, bitdefender, Smadav, dll juga tidak menjadi masalah.Beberapa perusahaan Antivirus juga menyediakan antivirus versi gratis yang masih layak untuk dicoba.

Jika membutuhkan fasilitas keamanan yang lebih, maka mencoba menggunakann aplikasi antivirus yang berbayar juga lebih baik karena fasilitas yang diberikan tidak hanya sebagai antivirus tetapi juga peket keamanan lainnya.

6. Upgrade Komponen Hardware

Upgrade komponen ini adalah opsi terakhir saja. Tidak semua orang yan  membeli lapotop langsung melakukan upgrade sesegera mungkin. Kecuali memang benar-benar butuh untuk melakukan upgrade tersebut dikarenakan kebutuhan sistem yang harus jalan dengan upgrade tersebut.

Memang dengan dilakukannya upgrade secara umum akan dapat menambah kenyamanan atau dengan kata lain akan membuat terasa lebih lega saat bekerja dengan beberapa tab pada browser baik itu firefox atau chrome dan juga akan lebih nyaman saat membuka beberapa file office secara bersamaan.

a. Upgrade RAM
Upgrade yang perlu dilakukan adalah RAM. Beberapa laptop hanya memberikan RAM sebesar 4 GB. RAM ini akan sangat pas-pasan jika menggunakan Windows 10 64 Bit. 

Dengan RAM yang lebih besar maka sistem operasi akan berjalan dengan baik, lebih leluasa. Saat anda membuka aplikasi atau lebih tepatnya banyak aplikasi pun tidak akan menjadi masalah karena anda sudah memiliki RAM yang lebih besar. 

Sistem operasi akan menjalankan aplikasi atau program yang akan diletakkan di RAM sehingga jika RAM ini kurang maka akan memperlambat dan menghambat kinerja Sistem Operasi sehingga akan terasa lambat.

Demikian juga dengan software atau aplikasi yang biasanya kita gunakan, katakanlah aplikasi office dan browser. Semakin banyak file office yang dibuka juga akan memakan banyak RAM. Pada browser juga demikian. Misalnya membuka beberapa tab pada chrome atau firefox maka konsumsi RAM juga akan meningkat.

b. Upgrade Storage
Upgrade komponen yang perlu dilakukan selain RAM adalah Storage. Jika storage yang digunakann adalah HDD maka sebaiknya dilakukan upgrade ke SSD. Salah satu keunggulan SSD adalah kecepatan baca tulisnya. Kecepatan baca tulis SSD kira-kira sepuluh kali lebih cepat dari HDD.

Dengan kecepatan baca tulis yang lebih cepat, menggunakan SSD akan lebih dapat menghemat waktu boot, aplikasi atau software yang di load juga akan lebih cepat jika dibandingkan dengan menggunakan HDD.

Disamping itu penggunaan SSD juga lebih tahan guncangan sehingga anda tidak perlu khawatir saat memindahkan laptop, atau bahkan membawanya sambil berlari.

Kesimpulan

Sebenarnya tergantung kebutuhan saja. Biasanya laptopbaru sudah lengkap dengan sistem operasi dan terkadang sudah ter-install aplikasi office dan beberapa aplikasi lainnya.

Jika memang sudah cukup dengan aplikasi tersebut, pekerjaan sudah lancar dan nyaman dengan menggunakan laptop tersebut, maka tidak melakukan upgrade tidak menjadi masalah.

Jika ada yang kurang, misalnya software teertentu maka Anda harus menambahkannya karena tentunya itu akan menunjang pekerjaan Anda.

Untuk upgrade hardware, jika memang anda menggunakan aplikasi yang membutuhkan penambahan hardware misalnya RAM, maka hal ini harus dilakukan.

Pada intinya Anda harus mengenali kebutuhan Anda, kebutuhan pekerjaan Anda terlebih dahulu baru kemudian memutuskan untuk melakukan upgrade atau tidak.


PC dan Produktifitas, sebuah hal yang perlu dibahas. Saya hanya ingin menyampaikan pemikiran saya sebagai pengguna PC yang dengan anggaran terbatas alias "kere". 

Kondisi Saya

Disini saya dihadapkan pada sebuah pilihan yakni merakit PC atau membeli sebuah laptop. 

PC atau Laptop ini akan saya gunakan untuk bekerja, belajar editing video, main game, dan lain-lain.

Kondisi saat ini saya masih punya laptop tetapi hanya untuk office saja. 

Disamping itu kondisi keuangan juga terbatas. Dan mungkin cukup jika untuk rakit PC murah saja yang kemudian hari dilakukan upgrade.

Sekilas tentang PC versi Saya

Harga PC dan Laptop saat ini sudah tidak terlalu jauh bedanya apakah menggunakan PC saat ini masih worthit? Apakah PC masih layak untuk digunakan?
Saya sempat berfikir dan mempertanyakan hal yang demikian. Tetapi memang perlu dipikirkan masak-masak saat memutuskan untuk memilih membeli PC atau Laptop. 

Banyak hal yang perlu dipertimbangkan khususnya untuk kebutuhan personal masing-masing yang tentunya berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya.
PC merupakan sebuah perangkat komputer personal yang biasanya berukuran cukup besar dan berat, dan diletakkan di bawah meja. Ya itulah perangkat komputer personal atau PC yang saya kenal sejak lama dan sampai saat ini juga masih begitu.
Ada yang menarik untuk perangkat PC saat ini, mungkin sudah sejak lama tetapi saya baru mengetahui beberapa tahun lalu saat saya mulai merakit PC saya sendiri. PC saat ini tidak hanya perangkat komputer yang berukuran besar dan berat, tetapi ternyata ada juga yang berukuran mini dan kecil.
PC ternyata memiliki beberapa macam ukuran sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya. Ukuran PC ini tergantung dari penggunaan motherboardnya.
Ada beberapa jenis motherboard yang umum dan sering kali dijumpai dipasaran yakni, ATX, Micro ATX dan mini ITX.
Pada PC yang menggunakan motherboard dengan ukuran ATX adalah yang paling besar dan memiliki beberapa keunggulan dalam hal ekspansi. Tetapi biasanya pada PC ukuran ini akan menjadi berat dan besar sehingga agak kurang nyaman untuk dipindah-pindahkan.
Jika ingin pc yang bisa dipindahkan dan dengan mudah dipindahkan maka menggunakan motherboard yang mini ITX akan menjadi pilihan yang baik. Tentunya jika menggunakan motherboard mini ITX maka harus menggunakan casing pc yang mini ITX juga.
Keunggulannya menggunakan PC dengan ukuran Mini ITX ini adalah ukuran pc yang lebih kecil dan lebih ringan jika dibandingkan dengan PC yang menggunakan motherboard ATX.
Kelemahannya PC dengan menggunakan motherboard mini ITX ini harga hardware-nya lebih mahal jika dibantingkan dengan perangkat PC yang ATX dalam hal ini motherboard dan power supply.

Penggunaan PC untuk Produktifitas saat ini masih bisa diandalkan. Jika memang tidak perlu mobile, menggunakan PC akan menjadi pilihan yang lebih baik. 

Membangun PC atau merakit PC dengan budget tertentu akan mendapatkan performance yang cukup baik jika dibandingkan dengan laptop seharga tertentu tersebut.
Tetapi kembali lagi jika memang sering sekali mobile dan harus mengerjakan pekerjaan di luar maka menggunakan laptop akan lebih baik.

Kenapa Menggunakan PC?

Kenapa saya juga masih menggunakan PC? Ada beberapa petimbangan.

Harga lebih murah, spesifikasi lebih tinggi.

Harga PC lebih murah jika dibandingkan dengan Laptop. Dengan harga yang sama, saya sudah bisa merakit PC dengan spesifikasi hardware diatas laptop dengan kelas harga tersebut.

Upgradeable alias Bisa di-Upgrade

Salah satu keunggulan PC adalah bisa diupgrade. BIasanya saya merakit pc dengan minimal budget dulu sesuai dengan kondisi keuangan saat itu. Yang penting PC bisa digunakan untuk melakujkan pekerjaan harian meskipun agak kurang nyaman. Saat sudah memiliki dana tambahan maka saat itulah Upgrade dilakukan. Melakukan upgrade pada sebuah PC bisa dimulai dari RAM 4 GB ke 8 GB atau ke 16 GB, STORAGE dari HDD ke SSD atau menambahkan HDD dengan kapasitas lebih besar 2TB atau 3 TB. Disamping itu bisa juga dilakukan upgrade PROSESOR ke kelas yang lebih tinggi tentu saja selama motherboardnya support.

Lebih powerfull dikelas harganya

Sebenarnya sudah saya tulis di atas dengan harga lebih murah tetapi mendapatkan spesifikiasi yang lebih tinggi. Mungkin ini yang menjadi alasan saya tetap merakit sebuah PC dari pada membeli laptop.

Saat anggaran untuk belanja terbatas,dan saya tetap ingin bekerja dengan komputer dan juga sedikit bermain game, maka memilih untuk merakit sebuah PC saya anggap tepat. Dengan uang yang sedikit atau terbatas tetapi bisa digunakan untuk merakit PC dan digunakan untuk bekerja.

Kesimpulannya..

PC untuk produktifitas tetap bisa dan worthed. Kembali lagi ke kebutuhan dan kondisi kalian masing-masing.

Saya sih masih ingin punya PC yang lebih tinggi lagi spesifikasinya dan juga ingin punya laptop yang juga tidak kalah kemapuannya dengan PC yang saya punya.

Bagaimana dengan kalian?

Beberapa waktu lalu, ada seorang teman yang sharing tentang pengalamannya dalam menggunakan laptop. Ya mungkin pengalaman ini akan berguna buat saya dan juga buat pembaca sekalian.

Gunakan Charger
Menurut pandangan teman saya ini, laptop itu seperti PC. So, setiap menghidupkan laptop sebaiknya langsung colok ke charger telebih dahulu. Hal ini dimaksudkan agar status power pada laptop menjadi “PLUGIN NOT CHARGING”. Status tersebut berarti laptop sedang menggunakan daya listrik dari charger bukan dari daya berterai.

Kapan baterai tersebut akan digunakan? Saat listrik dari charger terputus karena charger dicabut atau listrik PLNmati. Bisa dibilang bateri ini berfungsi sebagai daya darurat (UPS). Maksud dari penggunaan charger ini adalah untuk seminimal mungkin penggunaan daya dari baterai laptop.

Saat menggunakan laptop dengan baterainya (tanpa charger), sebaiknya jangan memakai baterai laptop sampai baterai laptop tersebut benar-benar habis atau 0%. Hal tersebut daikhawatirkan akan menyebabkan baterai laptop cepat rusak.

Meskipun demikian, ada beberapa teori yang menyatakan hal tersebut tidak apa-apa karena baterai laptop saat ini sudah memiliki pengaman yang mana jika sudah 0% maka kondisi tersebut belum sepenuhnya 0%.

Jika masuk dalam kondisi 0% ini langsung segera charge saja. Baterai akan rusak jika kondisi 0% dan didiamkan tidak dicharge dalam waktu mungkin 1 minggu.

Performance Mode atau Power Saver
Gunakan setingan performance mode jika menggunakan charger. Hal ini akan membuat lebih nyaman karena lebih mengeluarkan kekuatan atau performance laptop tersebut yang sesunguhnya. Performance mode akan memberikan perbedaan yang signifikan jika dibandingkan dengan mode yang lain. Terutama saat laptop digunakan untuk bermain game atau rendering video.

Ganti setingan power ke mode “POWER SAVER” jika sedang menggunakan baterai. Dalam mode hemat daya ini diharapkan laptop akan lebih bisa digunakan bekerja lebih lama. Tentunya dengan mode “POWER SAVER” ini akan menurunkan performance laptop tersebut.

Demikian cara menghemat baterai laptop dari seorang teman. Semoga tips dan trik ini bermanfaat.

Setelah sekian lama menggunakan sistem operasi linux, rasa untuk mencoba beberapa distro linux baru pun sudah tidak tertahankan. Akhirnya saya mengintal distro linux baru yang cukup ringan untuk laptop saya yang sudah sangat tua. 

Distro yang saya gunakan saat adalah linux mint 19.3 yang 32 bit. Mengapa menggunakan yang 32 bit? Tentu saja karena laptop saya sudah tua dengan RAM mentok di 2 GB.

Permasalahan yang muncul adalah saya tidak bisa cetak dokumen melalui network di kantor yang menggunakan windows. Di kantor saya share beberapa printer yang Beberapa waktu lalu saya bisa cetak dokumen dengan sistem operasi linux yang sebelumnya. Aneh sekali, konfigurasi apa yang salah. 

Saya sudah menginstal beberapa paket yang berhubungan dengan jaringan dan printer: samba, smbc, dll., tetapi masih belum bisa cetak juga.

Kegagalan mencetak ini ditandai dengan adanya notifikasi "authentication" alias ditanyakan username dan password. Dan saat diisikan username dan password tersebut selalu muncul kembali, padahal username dan password tersebut saya rasa sudah benar.

Setelah saya browsing sana sini saya menemukan artikel di reddit, yang menyatakan bahwa harus mengedit file di 

etc/samba/smb.conf

dengan menambahkan ....

client max protocol = NT1

tepat dibawah workgroup = WORKGROUP, sehingga menjadi seperti dibawah ini:

workgroup = WORKGROUP

client max protocol = NT1

Atau lihat gambar dibawah ini:

Saya menambahkannya ke dalam file smb.conf dan saya sudah berhasil melakukan cetak dokumen di printer yang share di PC kantor.
 
Selamat mencoba.

Note: Seingat Saya, Saya sudah pernah melakukan ini dibeberapa waktu yang lalu (sudah lama) tetapi saya lupa. Maka saya harus menuliskannya sebagai catatan saya bila menemukan masalah seperti ini lagi. Segala sesuatunya perlu dicatat agar tidak lupa. 

Referensi:
https://www.reddit.com/r/linuxmint/comments/9tmdm4/windows_shared_printer_asks_for_authentication/?utm_source=amp&utm_medium=&utm_content=post_body

Punya sebuah laptop yang lumayan "jadul" alias old, bukan berarti laptop tersebut harus digantikan dengan yang baru, yang memiliki teknologi terkini.

Selama laptop tersebut masih berfungsi dan masih bisa digunakan untuk mengerjakan kegiatan office atau pekerjaan yang tidak terlalu berat, maka yang paling baik agar laptop tersebut tetap bisa nyaman digunakan adalah dilakukan upgrade beberapa komponennya.

Kenapa Upgrade RAM Laptop
Salah satu bagian penting yang perlu dilakukan upgrade adalah RAM atau memory. Biasanya pada laptop lama, meskipun sudah memiliki prosesor core i3, tetapi masih memilii RAM hanya 2 GB saja. Hal ini tentunya akan menghambat performa laptop tersebut.

Saya, beberapa bulan yang lalu melakukan upgrade RAM laptop yang dipakai adik saya yakni sebuah laptop ACER z1402 dengan prosesor core i3 dan RAM 2 GB DDR3.

Pada laptop ini secara default dari toko, sudah  menggunakan windows 10 64 bit. Dengan ram 2 GB maka ram segini sudah mepet banget dan performanya sangat tidak nyaman meskipun hanya untuk menjalankan aplikasi office. So, seharusnya butuh RAM lebih dari 4 GB.

Upgrade Berapa GB?
Karena budget yang sangat terbatas (limited banget), akhirnya saya memutuskan untuk membeli ram yang murah saja. Salah satu produk RAM yang murah adalah produk dari VGen.

Sebenarya saya ingin melakukan upgrade dari 2 GB ke 8 GB, tetapi uangnya mepet banget. So,akhirnya upgrade ke 4 GB saja.

Setelah ubek-ubek marketplace, saya memutuskan untuk membeli RAM merk VGen ini karena memang yang paling murah. RAM ini ada dua varian produk RESCUE dan PLATINUM. Karena ada dua tipe ini saya menjadi bingung mau memilih yang mana. Dan lagi apa bedanya antara dua varian ini.

Ya akhirnya saya harus ubek-ubek mbah Google untuk mendapatkaninformasi tentang perbedaan antara VGen Platinum dan VGen Rescue ini. Setelah beberapa waktu mencari di mbah Google, saya menemukannya, informasi tentang perbedaan yang seri PLATINUM dan RESCUE.

Perbedaan VGEN Platinum dan RESCUE
VGen platinum ternyata adalah produk versi premium dari segi kualitas bahan dan kecepatan juga lebih baik dari yang RESCUE. IC yang digunakan juga dari brand mayor seperti Samsung, Hynix, Micron. Sedangkan pada versi yang RESCUE menggunakan IC dari VGen.

Mungkin hal inilah yang menyebabkan harga yang seri PLATINUM lebih mahal dibandingkan dengan Seri RESCUE. Ya hanya selisih beberapa puluh ribu rupiah saja antara seri PLATINUM dan RESCUE.

Soal garansi, kedua seri RAM tersebut sama yakni lifetime. So tidak perlu khawatir.

Harga RAM Memori VGen
Oh iya saya membeli RAM VGen PLATINUM ini di Salah satu marketplace dengan harga sekitar 320 ribuan. Mungki saat ini harganya sudah turun dibawah 300 ribu. Silahkan mencari di marketplace, cukup banyak yang menjual produk ini.

Kesimpulan
Jika Anda masih punya laptop yang lama, old ,jadul, tetapi masih bisa berfungsi, tidak ada salahnya anda melakukan upgrade RAM terlebih dahulu. Dan memori RAM murah dari VGen ini bisa dijadikan pilihan khususnya bagi anda yang dananya terbatas.

Demikian sharing saya tentang Upgrade RAM Laptop dengan menggunakan RAM VGEN dan juga perbedaan yang seri PLATINUM dan RESCUE. Semoga membantu.

Setelah menghitung kebutuhan daya komputer dengan menggunakan power supply calculator dari be quit!, kali ini saya kembali membagikan Cara Menghitung Daya Komputer dengan Menggunakan Power Supply Calculator Cooler Master.

Kenapa menghitung daya komputer lagi? ya hanya untuk memastikan kebutuhan daya komputer yang sudah saya pernah hitung sebelumnya. Saya juga ingin membuat perbandingan hasil penghitungan daya dengan menggunakan power supply calculator dari be quiet! dan cooler master.

Oh iya saat ini juga saya menggunakan power supply unit dari cooler master.

Ok, langsung saja masuk ke websitenya cooler master pada halaman power supply calculator disini https://www.coolermaster.com/power-supply-calculator/.


Komponen yang saya gunakan

Konfigurasi yang saya gunakan dalam rakit pc ini adalah

Prosesor AMD Ryzen 2200G, tetapi pada menu tidak ada jadi saya gunakan Ryzen 7 3700X.

Motherboard Micro-ATX

GPU atau VGA Card yang saya gunakan AMD Radeon RX 570 tetapi pada menu juga tidak ada jadi saya gunakan saja yang RX 470 karena yang saya tahu daya RX 470 dan RX 570 hampir mirip, meskipun masih lebih besar RX 570.

RAM saya menggunakan 4GB dua keping.

SSD 2 buah SSD 120 GB dan   1 buah HDD 3,5 inchi dengan 5400 RPM.

Saya juga menggunakan beberapa buah fan LED yang didalam menu penghitungan power supply ini tidak ada atau tidak dihitung.

Jika sudah terisi semua maka secara otomatis akan muncul hasil penghitungannya di sebelah kanan atas.

Hasil Penghitungan

Hasil penghitungan kebutuhan daya komputer dari data yang saya masukkan tadi adalah sebesar 343 Watts. 

Pada bagian bawah hasil penghitungan daya terdapat produk power supply dari cooler master yang direkomendasikan. Silahkan membeli salah satu dari produk yang direkomendasikan tersebut.

 


Saya juga mencoba menghitung kebutuhan daya komputer dengan komponen yang berbeda hingga didapatkan daya yang hampir mendekati 500 Watt. Pada kolom power supply yang direkomendasikan tetap saj amenunjukkan produk yang sama yakni MWE 450.

Hal ini mungkin produk dari cooler master yang MWE 450 ini masih bisa mengangkan sampai daya 500 Watt. Tetapi menurut saya perlu di cek lagi dari segi spesifikasinya. Sebaiknya mengambil atau membeli seri yang diatasnya yang memiliki daya 500 Watt atau yang 650 Watt.

Kesimpulannya

Menggunakan Power Supply Calculator akan sangat membantu menentukan memilih produk power supply unit yang akan dibeli.
Jika sudah mendapatkan hasil penghitungan semisal 300 Watt untuk kebutuhan dayanya maka sebaiknya membeli power supply unit yang memiliki daya diatasnya bisa yang 450 Watt atau yang 500 Watt.
Satu hal lagi yang penting, pastikan Anda sudah tahu rencana anda kedepan dengan PC yang anda rakit. Apakah kedepan akan dilakukan upgrade komponen yang akan membutuhkan daya lebih? Berapa watt daya tersebut? Mengambil daya terbesar dari hitungan rencana upgrade komponen pc kedepan perlu dipertimbangkan sehingga tidak perlu ganti power supply unit lagi.

Demikian Cara Menghitung Daya Komputer dengan Menggunakan Power Supply Calculator Cooler Master, semoga bermanfaat.