Jumat, 30 Juni 2017

Cara Mengecek Versi Linux Debian

Linux debian 9 dengan codename "Stretch" telah resmi dirilis beberapa hari yang lalu. Sebenarnya saya juga telah menggunakan linux yang berbasis debian 9 tetapi yang versi beta (development version). Beberapa update telah ter-install semenejak versi 9 yang stabil telah dirilis.

Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah apakah benar versi yang saya gunakan adalah Debian Linux versi 9 "Stretch". Bagaimana cara mengeceknya?

Ternyata caranya sangat mudah. Cukup jalankan perintah berikut di terminal
lsb_release -da
Berikut ini hasil screenshot-nya.













Selamat mencoba.


Referensi:
https://serverfault.com/questions/841964/how-to-check-linux-mint-or-ubuntu-debian-version
https://unix.stackexchange.com/questions/177205/how-do-i-know-which-version-of-debian-im-running
https://www.lowendguide.com/1/using-linux/find-your-debian-version-the-command-line-way/

Selasa, 27 Juni 2017

Creator & ASUS ZenBook UX410UQ (Perpaduan Kreatifitas, Portabilitas dan Performance)

Saat ini perangkat komputer sudah menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai macam aktifitas berhubungan dengan komputer. Ditambah lagi aktifitas tersebut harus dikerjakan secara cepat dan dilakukan ditempat yang berbeda mulai dari mengerjakan pekerjaan kantor, mengerjakan tugas kuliah, nonton film, social media, menulis artikel untuk blog, mengedit video untuk youtube, dan main game sehingga mobilitas dan portabilitas menjadi suatu hal yang penting. Untuk melakukan semua itu tentunya membutuhkan perangkat yang tidak hanya ringkas dan ringan, tetapi juga harus powerfull.

Sebuah laptop yang menurut saya layak digunakan sesuai dengan kritertia yang saya sebutkan di atas adalah ASUS ZenBook UX410UQ. Beberapa hal yang menurut saya menarik dan penting dari sebuah laptop adalah dimensi, desain dan kemampuan hardware-nya.

Pada bagian luar laptop ini terlihat begitu cantik, lebih tepatnya anggun. Balutan desain ramping dan ringan yang dibuat dari alumunium solid serta finishing spun-metal unik dengan pilihan warna Quartz Grey dan Rose Gold akan membuat penggunanya lebih terlihat exclusive dan professional. Dengan desain yang elegan akan meningkatkan rasa percaya diri penggunanya sehingga tidak perlu ragu saat menggunakan laptop ini untuk presentasi di kantor ataupun saat nongkrong bareng teman-taman.


Desain yang slim dan elegan

Laptop ini memiliki dimensi yang slim W 32,3 x D 22,3 x H 18,95 cm dan bobotnya yang ringan hanya 1,4 Kg sangat cocok untuk yang punya mobilitas tinggi. Berdasarkan pengalaman saya saat bekerja sambil juga kuliah, dan aktif menulis di blog, tentunya saya membutuhkan laptop yang mudah dibawa dan ringkas. Seperti Asus Zenbook UX410UQ  yang bisa digunakan di kantor dan juga untuk mengerjakan tugas kuliah saat dikampus dan terkadang juga nongkrong di cafe untuk menulis artikel blog

Disamping dimensi dan desain, faktor penting dari sebuah laptop adalah hardware-nya. Spesfikasi hardware inilah yang sangat menentukan kemampuan sebuah laptop. Penggunaan laptop bagi setiap orang berbeda-beda, tetapi semua orang pastinya menginginkan kemampuan yang lebih dari biasa. ASUS ZenBook UX410UQ sudah menggunakan Intel® Core™ i7 7500U Processor yang memiliki clock speed 2.70 GHz dengan Max Turbo Frequency 3.50 GHz yang mana merupakan prosesor generasi ke tujuh dari intel dan RAM sebesar 8GB DDR4 2133MHz yang masih bisa ditambah hingga 8 GB lagi karena masih tersedia satu slot RAM. Dengan perpaduan hardware seperti ini tentu saja akan lebih banyak tugas dan pekerjaan yang bisa dengan cepat diselesaikan saat menggunakan laptop ini. .

Satu lagi hal penting, laptop ini juga dibekali dengan kartu grafis NVIDIA GeForce 940MX, with 2GB GDDR3 VRAM. Dengan kehadiran kartu grafis sekelas ini, menambahkan “kesaktian” dari laptop ini tidak hanya untuk mengerjakan keperluan office saja tetapi bisa juga untuk bermain game dan edit video.

  
Dengan NVIDIA GeForce 940MX cocok untuk mengedit gambar atau video

Untuk layar di laptop ini menggunakan layar 14 inchi dengan bezel (bingkai) yang tipis hanya 6 mm sehingga tampak lebih baik dan layar terasa lebih lebar. Kerapatan pixel 276 per inchi membuat gambar yang ditampilkan menjadi lebih detail, tajam dan jernih.

Bezel tipis, layar tajam dan jernih.


Kemampuan layar ini sudah bisa menampilkan resolusi yang full HD dan memiliki 4 mode pengaturan warna yang bisa dipilih hanya dengan sekali klik.

Pilihan pengaturan warna layar

Untuk penggunaan dalam waktu lama entah itu browsing, membaca, menulis artikel di blog, edit video untuk youtube atau hanya sekedar nonton movie, tidak menjadi masalah. Aktifkan saja Mode ASUS Eye Care yang dapat mengurangi mengurangi emisi cahaya biru hingga 30% sehingga mata pengguna tidak terlalu lelah dan selalu terlindungi.





Layar di laptop ini juga bisa memiliki sudut pandang yang luas yang bisa dilihat dari sudut hingga 178 derajat. Dengan sudut pandang yang luas, tampilan layar akan tetap bisa dilihat dengan baik meskipun dilihat dari samping. Hal ini berguna saat menonton film atau membahas dokumen di layar bersama teman-teman yang berada disamping kanan atau kiri layar tetap bisa melihat dengan jelas. 


Dilihat dari sudut kanan dan kiri layar masih terlihat jelas


Terkadang saat mengetik artikel, lampu penerangan diruangan tidak selalu terang, dan ini akan sangat menggangu karena tidak bisa melihat huruf di tombol keyboard. Dengan laptop ini, hal ini tidak akan menjadi masalah lagi karena keyboard-nya sudah dilengkapi dengan backlight sehingga akan memudahkan saat mengetik di tempat yang minim cahaya atau bahkan gelap sekalipun.


Backlight on disaat pencahayaan ruangan kurang

Touchpad pada laptop ini dilapisi kaca yang presisi menggunakan teknologi yang dikembangkan ekslusif untuk layar sentuh smartphone sehingga memberikan sensitifitas dan akurasi yang tinggi. Pada touchpad-nya juga terdapat sensor sidik jari untuk login yang cepat, mudah dan aman. Dan touchpad zenbook ini juga terlihat cantik, dengan adanya bingkai silver disekitarnya.


Touchpad dengan bingkai silver dan juga terdapat fingerprint sensor

Media penyimpanan (storage) pada laptop ini menggunakan 1TB 5400 RPM SATA HDD dan 128 GB SATA3 M.2 SSD. Dengan adanya kombinasi ini akan memberikan keleluasaan dalam manajemen file. HDD sebesar 1TB bisa digunakan untuk storage data, baik itu draft artikel, file musik, bahan video untuk youtube, dan lain-lain. Sedangkan SSD sangat cocok digunakan sebagai lokasi instalasi sistem operasi dan software lainnya karena SSD memiliki kecepatan read and write yang lebih baik jika dibandingkan dengan HDD. Dengan menggunakan SSD boot time dan berjalannya aplikasi akan menjadi lebih gegas. 

Laptop ini sudah dilengkapi port yang penting yang sering digunakan. Disamping kanan terdapat port SD card slot dan 2 x usb 2.0 dan disebelah kiri power port, USB 3.0, HDMI, USB Type-C, audio combo jack. Baterai pada laptop memiliki kapasitas 48 WHours yang bisa bertahan sekitar lebih dari 10 jam pemakaian multimedia.

Sistem operasi yang digunakan di dalam ASUS ZenBook UX410UQ adalah Windows 10 Home yang sudah terinstal dan memiliki lisensi asli dari Microsoft. Dengan tertanamnya sistem operasi Windows 10 yang juga merupakan sistem operasi terbaru melengkapi laptop ini sehingga pengguna bisa langsung pakai, tidak perlu repot lagi membeli dan menginstal sistem operasi. 


Kesimpulan. Sebuah paket komplit, laptop tipis dan sistem operasi windows yang dihidangkan dalam sebuah ASUS ZenBook UX410UQ yang mana tidak hanya terlihat elegan dan profesional, tetapi juga memiliki kemampuan hardware yang mumpuni untuk pekerjaan kantor, bermain game, dan juga mengedit video. Laptop ini sangat layak digunakan oleh saya pribadi dan juga untuk siapa saja, baik itu pekerja kantoran, mahasiswa, blogger, youtuber atau siapapun yang menginginkan tampil berkelas dan berproduktifitas tinggi.


Spesifikasi lengkap ASUS ZenBook UX410UQ sebagai berikut.

Prosesor
Intel® Core™ i7 7500U Processor

Sistem Operasi
Windows 10 Home

Chipset
Integrated Intel® CPU

Memori
8 GB DDR4 2133MHz SDRAM Onboard Memory, 1 x SO-DIMM socket for expansion

Display
14.0" (16:9) LED backlit FHD (1920x1080) Anti-Glare 60Hz Panel with 72% NTSC with 178˚ wide-viewing angle display

Grafis
NVIDIA GeForce 940MX , with 2GB GDDR3 VRAM

Storage
Hard Drives: 1TB 5400RPM SATA HDD
Solid State Drives: 128GB SATA3 M.2 SSD

Keyboard
Chiclet keyboard
Optional Illuminated Chiclet Keyboard is available

Card Reader
Multi-format card reader (SD/SDHC)

WebCam
HD Web Camera

Networking
Wi-Fi : Integrated 802.11 AC

Interface
1 x COMBO audio jack
1 x USB 3.1 Type C port(s)
1 x Type A USB3.0 (USB3.1 GEN1)
2 x USB 2.0 port(s)
1 x HDMI
Audio
Support Windows 10 Cortana
ASUS SonicMaster Technology

Baterai
3 Cells 48 Whrs Battery

Adaptor Daya
Plug Type :ø4 (mm)
Output : 19 V DC, A, 65 W
Input : 100 -240 V AC, 50/60 Hz universal

Dimensi
323 x 223 x 18.95 cm (WxDxH)

Berat
1.4 kg with Battery

Sekuritas
BIOS Booting User Password Protection
Security lock

Jaminan
2 tahun garansi hardware global. *berbeda di setiap negara



Referensi:
https://ark.intel.com/products/95451/Intel-Core-i7-7500U-Processor-4M-Cache-up-to-3_50-GHz-

https://www.asus.com/id/Laptops/ASUS-ZenBook-UX410UQ/Features/

https://www.asus.com/id/Laptops/ASUS-ZenBook-UX410UQ/specifications/

https://www.asus.com/id/Laptops/ASUS-ZenBook-UX410UQ/gallery/

All Image Credit to www.asus.com


Senin, 12 Juni 2017

Memindahkan file 4,7 GB ke Flashdisk

Beberapa waktu yang lalu saya membutuhkan flash disk untuk mentrasnfer file sebesar 4,7 GB. File tersebut adalah file ISO dari suatu operating system. Saya memindahkannya dari netbook saya (file system ext4) ke flash disk 16 GB (file system FAT32). Saat saya mengkopi file tersebut ternyata hanya mentok di 4,3 GB dan muncul notifikasi error (saya lupa notifikasinya apa).

Saya pun ingat bahwa ini karena file sistemnya karena file sebesar 4,7 Gb tersebut pernah saya kopi ke hard disk eksternal dengan file system NTFS dan tidak ada masalah. Di netbook saya juga tidak ada masalah karena menggunakan linux dengan ext4 sebagai file systemnya.

Salah satu keterbatasan dari file system FAT 32 adalah tidak dapat menampung sebuah file yang berukuran lebih dari 4,3 Gb.

Solusi untuk mengatasi hal ini adalah dengan memformat ulang flash disk menjadi NTFS. Dan memang benar, setelah diubah menjadi NTFS, flashdisk tersebut mampu menampung file 4,7 GB.



Rabu, 07 Juni 2017

"client-error-not-possible" saat menambahkan Network Printer di Linux

Setelah menginstal Voyager 9 Debian Stretch (Development Version) 64 bit, kembali saya menemukan masalah seperti yang sebelumnya (menggunakan yang Voyager 9 versi 32 bit). Masalah yang muncul adalah saat menambahkan printer di linux yang saya gunakan. Printer yang akan saya tambahkan berada di komputer windows yang terhubung dengan jaringan kantor.

Saya ingat harus menginstal "samba", tetapi setelah saya menginstal samba, masalah tetap terjadi saat saya menambahkan network printer. Printer memang sudah terdeteksi, tetapi tidak bisa di add atau di simpan dan muncul tulisan "client-error-not-possible".

Saya pun mencoba mencari solusi untuk masaah ini dan ternyata masih harus instal satu paket software lagi yakni "smbclient".

Setelah smbclient terinstal saya sudah bisa menambahkan printer di network windows.




Referensi:
https://ubuntuforums.org/showthread.php?t=1908495
https://askubuntu.com/questions/301623/cups-client-error-not-possible
https://ubuntuforums.org/showthread.php?t=1553672